
Tasikmalaya, 28 Agustus 2025 — Aula Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, sore itu dipenuhi antusiasme. Sebanyak 84 perangkat kelurahan, RT, dan RW hadir mengikuti Sosialisasi Pencegahan Paham Intoleran, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme bersama Tim Cegah Satgaswil Jabar Densus 88 AT Polri.
Dalam kegiatan ini, Tim Cegah memaparkan secara rinci strategi menghadapi radikalisme, mulai dari pengertian intoleransi hingga bagaimana kelompok teror merekrut anggota baru. Peserta diajak memahami tanda-tanda dini di lingkungan, sarana penyebaran paham radikal, hingga tantangan bangsa di era digital.

Lurah Parakannyasag, Pak Ugan Nugraha, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut.
“Kami sangat terbantu dengan penjelasan dari Densus 88. Warga jadi paham bahwa menjaga lingkungan dari paham radikal bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Diskusi berjalan hangat. Para RT dan RW aktif bertanya mengenai cara mengenali pola rekrutmen hingga bagaimana bersikap jika menemukan gejala intoleransi di masyarakat.
“Materinya jelas dan mudah dipahami. Kami jadi lebih percaya diri untuk mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh paham yang menyesatkan,” kata salah satu Ketua RT yang ikut kegiatan.
Selain pemaparan, tim juga menekankan pentingnya kontra narasi di media sosial, deradikalisasi, serta pembinaan wawasan kebangsaan sebagai benteng utama mencegah masuknya ideologi kekerasan.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab serta komitmen bersama perangkat kelurahan untuk memperkuat persatuan dan toleransi di lingkungannya. Suasana kebersamaan terasa kental, menandai langkah nyata masyarakat Parakannyasag dalam melawan paham radikal.
Acara berlangsung aman, lancar, dan penuh semangat persaudaraan.