
Tasikmalaya, 26 September 2025 – Dalam upaya memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, Tim Cegah Satgaswil Jawa Barat Densus 88 AT Polri menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi di Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.
Acara ini diikuti oleh 95 peserta dari perangkat kelurahan, RT, dan RW, serta dihadiri langsung oleh Lurah Tuguraja, Bapak Nopik.
Tujuan Sosialisasi
Kegiatan ini bertujuan untuk:
- Memberikan pemahaman tentang bahaya intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
- Mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga ideologi Pancasila dan keutuhan NKRI.
- Mendorong keterlibatan aktif perangkat kelurahan, RT, dan RW dalam pencegahan dini terhadap infiltrasi paham radikal.
Materi Utama yang Disampaikan
Tim Satgaswil Jabar menjelaskan beberapa poin penting, di antaranya:
1. Definisi dan Karakteristik
- Intoleransi: sikap tidak menghargai perbedaan.
- Radikalisme: upaya mengganti tatanan sosial-politik dengan kekerasan.
- Terorisme: aksi kekerasan yang menimbulkan ketakutan massal demi tujuan ideologi.
2. Faktor Penyebab Radikalisme
- Global: konflik Palestina–Israel, perang di Suriah & Afganistan, ketidakadilan global.
- Regional: kasus Rohingya di Myanmar, MILF di Filipina, konflik Thailand Selatan.
- Nasional: isu kemiskinan, ketidakadilan, korupsi, serta intoleransi SARA.
- Kultural: pemahaman agama yang dangkal, penafsiran sempit, dan indoktrinasi salah.
3. Pola Rekrutmen & Potensi Pelaku
- Foreign Terrorist Fighter (FTF), returnees, lone wolf, hingga wolf pack.
- Anak muda, perempuan, hingga kelompok eksklusif yang mudah terpengaruh.
4. Upaya Pencegahan
- Kesiapsiagaan Nasional: pemberdayaan masyarakat & penguatan aparatur.
- Kontra Radikalisasi: menghentikan penyebaran ideologi radikal di masyarakat.
- Deradikalisasi: mengembalikan individu yang terpapar pada nilai kebangsaan & moderasi.
Peran Densus 88 dalam Pencegahan Radikalisme
Dalam kesempatan ini juga ditegaskan tiga peran utama Densus 88 AT Polri:
- Kontra Ideologi – penguatan wawasan kebangsaan, kerjasama dengan masyarakat sipil.
- Kontra Radikal – pemetaan wilayah rawan, intervensi kelompok radikal.
- Kontra Narasi – patroli siber, takedown akun radikal, dan penyebaran narasi moderat di media sosial.

Dampak & Harapan
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu:
- Meningkatkan kesadaran masyarakat Tasikmalaya terhadap bahaya radikalisme.
- Menekan laju penyebaran paham intoleran dan ekstremisme di kalangan remaja maupun masyarakat umum.
- Mewujudkan lingkungan yang lebih aman, damai, dan harmonis melalui kolaborasi aparat dan masyarakat.
Acara berjalan dengan lancar, aman, dan mendapat apresiasi tinggi dari seluruh peserta yang hadir.