
Tasikmalaya, 24 September 2025 – Tim Cegah Satgaswil Jawa Barat Densus 88 AT Polri melaksanakan kegiatan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di SMA Muhammadiyah Kota Tasikmalaya. Acara ini menghadirkan eks napiter M. Iqbal sebagai narasumber utama, yang berbagi pengalaman dalam rangka memperkuat pencegahan paham intoleran, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme di kalangan pelajar.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Muhammadiyah ini diikuti oleh 260 peserta, terdiri dari guru serta siswa-siswi sekolah, dan turut dihadiri oleh Kepala Sekolah Bapak Basuki S.Pd.I beserta jajaran guru.
Pentingnya Pencegahan Radikalisme di Kalangan Pelajar
Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa remaja usia SMA merupakan kelompok paling rentan terpapar paham radikal. Masa remaja sering menjadi target kelompok intoleran dan ekstremis melalui media sosial, lingkungan pertemanan, hingga pertemuan tertutup.
M. Iqbal menjelaskan beberapa ciri orang yang sudah terpapar radikalisme, antara lain:
- Muncul sifat intoleransi terhadap perbedaan.
- Mengkafirkan organisasi, pemerintah, atau kelompok lain.
- Menyebarkan propaganda anti-pemerintah baik secara langsung maupun lewat media sosial.
- Menutup diri dari lingkungan sosial.
Menurutnya, cara terbaik menghindari pengaruh paham radikal adalah dengan belajar agama kepada ulama, kyai, atau lembaga yang jelas keilmuannya, serta memperkuat rasa nasionalisme dan cinta tanah air.
Materi Sosialisasi dari Satgaswil Jabar
Selain itu, tim Satgaswil Jabar juga memberikan materi tentang:
- Definisi dan karakter intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
- Faktor penyebab radikalisme-terorisme dari aspek global, regional, nasional, hingga kultural.
- Potensi pelaku terorisme seperti foreign terrorist fighter, returnees, dan lone wolf.
- Sarana penyebaran radikalisme mulai dari media sosial, organisasi, hingga lembaga pendidikan.
- Upaya pencegahan melalui kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan program deradikalisasi.

Peran Densus 88 AT Polri
Dalam kegiatan ini juga ditegaskan peran penting Densus 88 AT Polri dalam:
- Kontra Ideologi – penguatan ideologi kebangsaan dan Pancasila.
- Kontra Radikal – pemetaan wilayah rawan terpapar paham radikal.
- Kontra Narasi – patroli siber, takedown akun radikal, serta penyebaran konten moderat di dunia maya.

Dampak Kegiatan
Sosialisasi ini mendapat respon positif dari guru dan siswa. Melalui sesi tanya jawab, peserta menunjukkan antusiasme dengan membahas cara mencegah paham intoleran di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan generasi muda di Kota Tasikmalaya dapat lebih waspada terhadap bahaya intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme, sekaligus memiliki daya tangkal yang kuat melalui wawasan kebangsaan dan pendidikan agama yang moderat.
Acara berjalan lancar, aman, dan penuh semangat kebersamaan.