Kementerian Agama Kota Banjar bersama pemerintah daerah mengadakan rapat koordinasi pada 17 Juli 2025 untuk mempersiapkan implementasi program Kampung Moderasi Beragama (KMB). Program ini bertujuan mewujudkan kawasan yang menjadi simbol toleransi, perdamaian, dan saling menghargai antarpemeluk agama. Kepala Kemenag Kota Banjar, H. Akhmad Fikri Firdaus, menjelaskan bahwa program KMB mendorong masyarakat memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Kemenag Banjar menggandeng pemerintah desa dan tokoh masyarakat untuk menyelenggarakan pembinaan penyuluh agama berbasis lokasi. Para penyuluh agama diberikan pelatihan untuk m
Selain pembinaan penyuluh, Kemenag Kota Banjar bekerja sama dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan aparat penegak hukum untuk memastikan program KMB menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Rancangan kegiatan meliputi lokakarya moderasi beragama, sosialisasi ke sekolah dan pesantren, serta pelatihan kewirausahaan yang bertujuan menguatkan ketahanan ekonomi masyarakat desa.
Model kampung moderasi beragama diharapkan menjadi role model bagi desa lain di Jawa Barat. Melalui sinergi berbagai unsur, KMB mendorong lahirnya deteksi dini potensi radikalisme, memperkuat jaringan komunikasi antarwarga, dan membangun sikap toleran sejak dini. Dengan keterlibatan anak muda dan kaum perempuan dalam kegiatan, program ini akan menumbuhkan agen-agen perdamaian yang mampu melanjutkan upaya moderasi secara berkelanjutan.emperkuat nilai moderasi dan kerukunan sosial, sehingga masyarakat memiliki ketahanan sosial terhadap pengaruh ekstremisme. Model
desa moderat ini diharapkan menjadi contoh dalam menanamkan sikap toleran dan mencegah radikalisme di tingkat akar rumput
